menu

Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas

Wednesday, May 2, 2018

Dirjen Pendis : Guru Harus Mampu Membuat Siswa Kritis

Direktur Jenderal Pendidikan Islam sedang melihat proses membatik siswa MIN 1 Banyumas
PURWOKERTO - Fungsi guru disamping mengajarkan ilmu pengetahuan juga harus berusaha mengajarkan siswanya menjadi anak yang kritis, memiliki daya analisis yang kuat, dan respect kepada orang lain. Kita sebagai pendidik, harus bisa memberikan mereka semangat, menginsipirasi mereka, mengedukasi akhlak mereka dengan contoh dan keteladanan agar mereka memiliki mimpi besar, kemauan dan harapan yang besar, cita-cita yang tinggi sehingga mereka terus belajar dan tidak ada waktu untuk tidak belajar, ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin saat meresmikan pembangunan asrama MIN 1 Banyumas, selasa (24/4) lalu.

Kamaruddin menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang sangat banyak. Bahkan anak-anak yang berusia 25 tahun kebawah berjumlah 43 persen dari penduduk Indonesia. Sekitar 160 juta jiwa adalah anak usia sekolah dan mahasiswa. "Jadi ini adalah peluang yang luar biasa sekaligus tantangan yang tidak sederhana. Indonesia diharapkan menjadi negara besar yang kuat dan hebat pada tahun 2030. Bahkan pada tahun 2045 Indonesia menjadi salah satu negara yang kuat ekonominya di dunia ke enam setelah Amerika, China dan negara lainnya. Tantangannya adalah sejauh mana kita mencetak anak-anak bangsa yang bermutu dan berkualitas agar Indonesia bisa menjadi negara besar."

Lembaga pendidikan, lanjut Kamaruddin, memiliki peran fundamental dan sangat menentukan apakah Indonesia bisa menjadi negara yang kuat atau tidak. Oleh karenanya, kita harus mempersiapkan generasi yang cerdas, terampil, berkarakter kuat, memiliki moralitas, berakhlak, tawadhu, pekerja keras, dan punya komitmen. Tidak hanya siswa yang jujur dan berintegritas, tapi juga cerdas, kreatif, memiliki visi, cita-cita, kemauan, harapan, mimpi dan ambisi besar. "Itu yang harus kita persiapkan."tandas Kamaruddin. (ak)


Tuesday, May 1, 2018

Jelang USBN, Siswa MIN 1 Banyumas Sungkem Orang Tua

Para siswa meminta restu orang tua masing-masing
PURWOKERTO - Menjelang USBN Tahun Pelajaran 2017/2018 yang akan diselenggarakan pada 3 -5 Mei mendatang, MIN 1 Banyumas menyelenggarakan doa bersama di Mushola An Nur kampus 2 madrasah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan kekuatan batin bagi siswa kelas 6 yang akan mengikuti ujian. "Anak-anak perlu kekuatan lahir batin untuk menghadapi ujian. Doa kita bersama akan menguatkan mental mereka." ujar Kepala MIN 1 Banyumas, Sabar Munanto usai memimpin doa.

Menurut Sabar, siswa kelas 6 telah menjalani persiapan yang cukup panjang sejak setahun yang lalu dengan model menginap di asrama. Selain belajar kisi-kisi ujian, di asrama juga belajar disiplin dalam beribadah baik sholat wajib lima waktu, shalat sunah duha dan tahajud, maupun hafalan surat-surat pilihan. Selain itu, hidup bersama guru dan teman-teman 24 jam penuh selama setahun juga memberikan kesan yang mendalam. Kebersamaan telah membentuk jiwa saling menghormati, menyayangi, dan toleransi yang tinggi dalam diri siswa.

Usai doa, para siswa melakukan sungkeman untuk meminta maaf dan mohon doa restu kepada orang tua dan guru. Suasanapun menjadi haru biru dengan isak tangis siswa, guru, dan orang tua. Namun dalam jiwa mereka punya keyakinan penuh untuk meraih prestasi terbaik dalam USBN. (ak)

Thursday, April 19, 2018

Hasil Seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019


PURWOKERTO - Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2018/2019 pada MIN 1 Banyumas telah berlangsung sejak 16 hingga 18 April 2018. Dalam tiga hari tersebut tercatat 207 calon peserta didik yang mengikuti seleksi. Empat jenis seleksi yang dilakukan adalah seleksi umur, jarak tempat tinggal, kematangan peserta didik, dan wawancara orang tua. Dari 207 pendaftar, panitia hanya menerima 120 pendaftar yang diterima sebagai peserta didik baru. Peserta yang diterima wajib segera mendaftar ulang paling lambat hari senin, 23 April 2018. Hasil seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat diunduh dengan klik link berikut :
https://drive.google.com/file/d/1uisBX-rYlVG1RWC6GOId4XeKJF4Tl-zC/view?usp=sharing
atau https://bit.ly/2Hdf5gi

Thursday, March 29, 2018

Kepala MIN 2 Banyumas : Kuatkan Karakter Siswa Melalui Pramuka

Kepala MIN 2 Banyumas memberikan arahan sebelum berangkat Jambore Cabang

BANYUMAS - Pada saat ini banyak kaum muda tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena berbagai alasan.Sementara itu sebagai akibat dari kurangnya kegiatan pembinaan serta terbatasnya jumlah dan ragam wadah penyaluran minat dan bakat kaum muda, menyebabkan kaum muda terjerumus dalam berbagai tindak kekerasan, kriminal, dan kesesatan. Oleh karenanya perlu adanya tameng dan upaya sejak dini untuk mencegah hal tersebut. MIN 2 Banyumas sebagai lembaga pendidikan ikut aktif dalam menguatkan karakter siswa melalui kegiatan pramuka. "Anak-anak harus dikuatkan karakternya, agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan" ujar Kepala MIN 2 Banyumas, Saridin, di sela-sela acara Jambore Pramuka Penggalang Kwartir Cabang Banyumas yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kendalisada Kalibagor Banyumas, kamis (29/3).

"Kami sangat mendukung kegiatan pramuka, tidak tanggung-tanggung hari ini kami kirim empat regu. Agar anak didik merasakan kegiatan kemah di alam terbuka yang penuh tantangan" tegas Saridin. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan pramuka siswa menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, peka terhadap kesusahan teman sehingga sikap sosial, patriotisme dan nasionalisme semakin meningkat. 

Pada Februari 2018 lalu MIN 2 Banyumas telah mendapatkan penghargaan sebagai Tergiat I Gugus Depan SD/MI tingkat Kwartir Cabang Banyumas. Penghargaan ini diraih karena MIN 2 Banyumas sangat aktif dalam kegiatan pembinaan baik kepada anggota muda maupun dewasa di tingkat gugus depan. " Kegiatan pramuka di MIN 2 Banyumas masuk dalam kurikulum dan diintegrasikan dalam mata pelajaran. Ekstrakurikuler pramuka menjadi ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh semua siswa yang dilaksanakan setiap hari sabtu. Semua kegiatan kami catat dan kami laporkan kepada kwartir. Kami juga telah memiliki 28 pembina yang lulus Kursus Mahir Dasar dan 17 anak yang sudah dilantik menjadi siaga garuda" terang Saridin.

Selain itu, dalam kurun waktu dua tahun terahir MIN 2 Banyumas juga meraih berbagai kejuaraan diantaranya sebagai Juara 1 Pesta Siaga, Juara 1 Galang Tangguh, Juara 1 Baris Berbaris di tingkat Kwartir Ranting Tambak baik regu putra maupun regu putri. "Sebagai gugus depan tergiat di tingkat kabupaten, tentu kami ingin istiqomah dalam membina peserta didik agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter, kuat dalam akidah, berakhlakul karimah, peduli terhadap sesama, serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan" harap Saridin. (ak)

Tuesday, March 27, 2018

KKM MI Kabupaten Banyumas Sukses Gelar Olimpiade Ujian Madrasah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas sedang memberikan sambutan pada pembukaan olimpiade










BANYUMAS - Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Banyumas sukses menggelar kegiatan Olimpiade Ujian Madrasah selasa (27/3) kemarin di MTs Modern Al Azhari Ajibarang Banyumas. Olimpiade yang diikuti oleh 181 MI tersebut diselenggarakan untuk memotivasi madrasah dan siswa MI dalam menghadapi Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2017/2018 Mei mendatang. "Ini (olimpiade-red) sebagai motivasi bagi siswa kelas 6 sekaligus evaluasi bagi madrasah sejauh mana persiapan menghadapi ujian" ujar ketua KKM, Sabar Munanto.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Imam Hidayat sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada KKM MI dan MTs Modern Al Azhari yang telah menyelenggarakan olimpiade. Menurutnya, madrasah sekarang sangat dibanggakan masyarakat. "Madrasah sekarang sudah menjadi idola masyarakat, bukan hanya prestasi tetapi madrasah menghadirkan Allah swt pada hati sanubari anak didik, sehingga siswa madrasah memiliki karakter yang kuat dan akhlak yang baik. Madrasah juga berperan sebagai pencipta kader agama di masa depan." tegas Imam.

Hasilnya, Mutiara Salsa Saskia dari MI Muhammadiyah Panembangan berhasil meraih juara kesatu Olimpiade Bahasa Indonesia dengan nilai 72, disusul Naelatul Mahmudah dari MIMA Sudimara sebagai juara kedua yang meraih nilai 71, dan juara ketiga diraih oleh Linda Ramadani dari MIMA Dawuhan Kulon. Pada mata pelajaran matematika, Muzaki Atqiya dari MIMA Randegan memperoleh nilai 64 berhasil menjadi juara pertama, peringkat kedua dan ketiga diraih oleh Arfania Zahra dari MIN 1 Banyumas dan Adelia Haydar dari MI Miftahul Huda Selandaka dengan raihan nilai 61. Sementara pada olimpiade IPA, peringkat kesatu diraih oleh Alfian Nur Akmal dengan nilai 43 siswa MIMA Rancamaya, disusul Anang Rustyanto Utomo dari MIN 1 Banyumas dan Fahar Fatoni dari MIMA Cilangkap yang memperoleh nilai 41 sebagai peringkat kedua dan ketiga.

"Kami berharap madrasah segera berinovasi dan memantapkan persiapan ujian dengan menambah jam pelajaran, berlatih soal-soal ujian, dan mengikuti tryout-tryout baik yang diselenggarakan oleh kantor kementerian agama kabupaten maupun dinas pendidikan. Dengan begitu insyaalloh madrasah mampu meraih nilai rata-rata ujian madrasah hingga 90 dan ada yang mendapatkan nilai 100 pada semua mata pelajaran." harap sabar. (ak)



Saturday, March 24, 2018

MI At Tauhid budayakan 8S + i

Kepala MI At Tauhid menunjukkan budaya 8S+i
BANYUMAS - Madrasah Ibtidaiyah At Tauhid Pageralang Kemranjen Banyumas membudayakan warga madrasah dengan 8S + i.  "8S ples i itu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sabar, Syukur, Shodaqoh dan Ikhlas", ujar kepala madrasah, Ma'mun Murod di sela-sela acara AKSIOMA MI Cabang Seni Tingkat Kabupaten Banyumas yang dipusatkan di madrasahnya, sabtu (24/3).
Ma'mun menjelaskan bahwa setiap siswa dan guru di sini (madrasah-red) wajib untuk tersenyum, memberikan salam, menyapa dengan sikap sopan dan penuh kesantunan kepada semua orang yang ia temui, dilarang cemberut, dilarang saling diam, dilarang membenci. Dengan begitu siswa menjadi lebih semangat belajar karena semua teman temannya itu baik, tidak ada yang nakal. Hubungan antar guru juga harmonis, sehingga bekerja lebih tenang dan senang.
Selain itu, kami juga membiasakan diri untuk bersikap sabar. Jangan mengeluh dengan keadaan yang menghimpit kita. Misalnya satu pekerjaan belum selesai, datang pekerjaan lain, maka harus tetap bersabar.
Kita juga harus selalu bersyukur dengan apa yang dianugerahkan Allah swt kepada kita. Sekecil apapun rejeki, kita syukuri dan bersedekah sebagai wujud kita bersyukur. Dan akhir dari semuanya itu, kerja kita harus dilandasi dengan keikhlasan. Tidak mengharapkan sesuatu selain ridho Allah swt. Kerja yang tidak ikhlas hanya akan menghasilkan kekecewaan dan sia sia, tapi dengan kerja ikhlas, apa yang kita kerjakan dicatat sebagai amal kebaikan. (ak)

Tuesday, March 20, 2018

Pengembangan Atlet Perlu Dukungan Penuh

Raura berpose bersama guru usai Aksioma
PURWOKERTO - Madrasah saat ini perlu mendukung penuh pengembangan atlet-atlet yang dimilikinya agar bisa memiliki kesempatan berprestasi baik ditingkat regional, nasional bahkan internasional. Sekaligus memberikan peluang berkarir di dunia olahraga. Hal tersebut disampaikan guru olahraga MIN 1 Banyumas, Lukmanul Hakim usai mendampingi Zahraura Athir atlet badminton putri yang berhasil menjadi juara 2 pada AKSIOMA MI tingkat Kabupaten Banyumas 2018 yang diselenggarakan di GOR Satria Purwokerto, selasa (20/3) kemarin.
Lukman menjelaskan bahwa MIN 1 Banyumas memiliki lebih dari 50 atlet yang mengikuti ekstrakurikuler badminton. 20 atlet diantaranya mengembangkan kemampuannya di club club sekitar Purwokerto. Zahraura contohnya, ia bergabung di PB Gelora sejak tiga tahun lalu saat masih kelas 2. Berbagai turnamen telah ia ikuti dan berhasil meraih juara.
"Setelah ini (aksioma-red), Raura ingin mengembangkan kemampuannya dan bercita-cita masuk ke PB besar di Jakarta atau Bandung. Orangtua meminta ijin pulang lebih awal untuk berlatih di PB dari jam 9 pagi hingga 8 malam. Karena ini untuk kepentingan prestasi anak, maka kita dukung" ujar Lukman.
Kepala madrasah, lanjut Lukman, juga telah memberikan ijin dengan syarat orangtua bersedia mendatangkan guru les ke rumah agar prestasi akademiknya tidak ketinggalan. (ak)