menu
Friday, August 9, 2019
Sunday, August 4, 2019
Festival Literasi diselenggarakan oleh Wadaskelir Purwokerto hari ini Ahad 4 Agustus 2019. MIN 1 Banyumas ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan Alhamdulillah berhasil meraih juara 2 mewarnai ananda Sabrina dan juara 3 baca puisi ananda Oktasyifa. Sebagai pendamping Ibu Mar atun Sholihah. S.Pd.I. (4/8/19)
Festival Literasi diselenggarakan oleh Wadaskelir Purwokerto hari ini Ahad 4 Agustus 2019. MIN 1 Banyumas ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan Alhamdulillah berhasil meraih juara 2 mewarnai ananda Sabrina dan juara 3 baca puisi ananda Oktasyifa. Sebagai pendamping Ibu Mar atun Sholihah. S.Pd.I. (4/8/19)
Thursday, September 20, 2018
Kepala MIN 1 Banyumas : 'Asyura Mendekatkan Kita Kepada Tuhan dan Meningkatkan Kepedulian
![]() |
| Para penerima santunan anak yatim berfoto bersama kepala madrasah dan guru MIN 1 Banyumas |
PURWOKERTO - "Barangsiapa yang berpuasa pada hari 'Asyura atau tanggal 10 dari Muharram, maka Allah Ta'ala akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat. Barangsiapa yang berpuasa pada hari 'Asyura pada bulan Muharram, maka ia akan diberi pahala 10.000 orang yang menunaikan ibadah haji dan 'umrah, dan 10.000 orang yang mati syahid. Barang siapa yang tangannya mengusap kepada anak yatim pada hari 'Asyura, maka Allah Ta'ala mengangkat satu derajat pada setiap rambut. Barangsiapa yang memberi buka puasa seorang mukmin pada malam 'Asyura, maka seolah-olah ia memberi buka dan mengenyangkan perut segenap ummat Muhammad saw." Ungkap Kepala MIN 1 Banyumas, Saridin, mengutip hadits Rasul dalam awal sambutannya pada kegiatan santunan anak yatim di madrasah tersebut, kamis (20/9) kemarin.
Dari hadits tersebut, lanjut Saridin, betapa sayangnya Alloh kepada kita, betapa murahnya Alloh memberikan kebahagiaan kepada kita hanya dengan berpuasa 'Asyura di bulan Muharram ini. Pahala yang begitu besar, yang dapat mengantarkan kita menuju kebahagiaan di surga-Nya kelak di alam akhirat, didapat dari puasa kita pada hari 'Asyura dari Muharram. Oleh karena itu, kita mesti bersyukur dapat menjadi bagian dari umat Islam yang dijanjikan mendapat kebahagiaan tersebut. Maka tidak hanya pada hari ini saja, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala setiap hari, beribadah dengan penuh harapan mendapatkan ridho-Nya.
Hari ini juga, Allah Ta'ala mengangkat derajat kepada orang-orang yang menyantuni anak yatim. Bukan hanya mengusap rambutnya saja, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita diharapkan peduli kepada mereka, peduli kepada anak yatim, para dhu'afa dan juga peduli kepada sesama. Jangan menghardik anak yatim, jangan memakan harta anak yatim, jangan mengejek dan mengolok-ngolok, sayangi mereka, penuhi kebutuhan mereka, dan selalu menolong kepada orang-orang yang membutuhkan, tegas Saridin.
Dalam kesempatan itu, MIN 1 Banyumas menyalurkan santunan sebesar Rp. 22.535.000,00 kepada 22 anak yatim, 1 anak yatim piatu, dan 10 anak dhu'afa. Uang tersebut berasal dari sedekah para orang tua, siswa dan guru MIN 1 Banyumas. "Atas nama madrasah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua, siswa dan guru yang telah berpartisipasi pada kegiatan santunan anak yatim tahun ini. Semoga Allah Ta'ala membalas dengan pahala dan kebaikan."
Usai menerima santunan, anak-anak yatim MIN 1 Banyumas diminta untuk mendoakan kesuksesan MIN 1 Banyumas yang sedang membangun masjid dan ruang kelas baru, serta mendoakan kesuksesan siswa-siswi MIN 1 Banyumas secara umum. (ak)
Wednesday, May 2, 2018
Dirjen Pendis Resmikan Pembagunan Asrama MIN 1 Banyumas
| Direktur Jenderal Pendidikan Islam menandatangani prasasti peresmian pembangunan asrama MIN 1 Banyumas |
Sabar menjelaskan bahwa MIN 1 Banyumas telah menerapkan pembelajaran model berasrama bagi siswa kelas 6 sejak tahun 2009. Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas lulusan siswa MIN 1 Banyumas baik dari sisi nilai akademis maupun penerapan nilai-nilai ajaran Islam. Asrama pada tahun 2009 hingga 2010 menyewa di rumah warga sekitar madrasah, tahun 2011 hingga 2016 menyewa di pondok pesantren As Suniyah sokaraja, dan sejak 2017 hingga sekarang menyewa di gedung Eks SMK Serayu Purwokerto. "Alhamdulillah dengan segenap kemampuan dan berkat kemauan yang kuat dari segenap stakeholder, gedung asrama dapat terbangun di lokasi kampus baru MIN 1 Banyumas. Ini hasil dari jariyah orang tua, guru dan juga anak-anak yang rajin berjariyah dua ribu rupiah setiap hari" ungkap Sabar.
Kamaruddin Amin mengungkapkan bahwa ia baru kali pertama mengunjungi madrasah ibtidaiyah negeri. "Ada 72 ribu lebih madrasah dan RA, dan seingat saya ini baru pertama kali saya datang ke MIN" ujarnya. Ia berharap MIN 1 Banyumas bisa menjadi madrasah yang memberikan kontribusi untuk mencerdaskan anak bangsa secara signifikan dan fundamental. Ia berpesan kepada para siswa untuk menjadi anak yang pekerja keras dan berkomitmen. "Anak-anak saat ini bisa menjadi apa saja yang kalian mau. Mau jadi pilot, dokter, ulama, ustadz, kyai, lawyer, guru, pengusaha, atau apa saja. syaratnya satu, kalian mau bekerja keras. Punya semangat dan komitmen. Jangan lupa berdoa tentunya" pesan Kamaruddin. (ak)
Dirjen Pendis : Guru Harus Mampu Membuat Siswa Kritis
| Direktur Jenderal Pendidikan Islam sedang melihat proses membatik siswa MIN 1 Banyumas |
Kamaruddin menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang sangat banyak. Bahkan anak-anak yang berusia 25 tahun kebawah berjumlah 43 persen dari penduduk Indonesia. Sekitar 160 juta jiwa adalah anak usia sekolah dan mahasiswa. "Jadi ini adalah peluang yang luar biasa sekaligus tantangan yang tidak sederhana. Indonesia diharapkan menjadi negara besar yang kuat dan hebat pada tahun 2030. Bahkan pada tahun 2045 Indonesia menjadi salah satu negara yang kuat ekonominya di dunia ke enam setelah Amerika, China dan negara lainnya. Tantangannya adalah sejauh mana kita mencetak anak-anak bangsa yang bermutu dan berkualitas agar Indonesia bisa menjadi negara besar."
Lembaga pendidikan, lanjut Kamaruddin, memiliki peran fundamental dan sangat menentukan apakah Indonesia bisa menjadi negara yang kuat atau tidak. Oleh karenanya, kita harus mempersiapkan generasi yang cerdas, terampil, berkarakter kuat, memiliki moralitas, berakhlak, tawadhu, pekerja keras, dan punya komitmen. Tidak hanya siswa yang jujur dan berintegritas, tapi juga cerdas, kreatif, memiliki visi, cita-cita, kemauan, harapan, mimpi dan ambisi besar. "Itu yang harus kita persiapkan."tandas Kamaruddin. (ak)
Tuesday, May 1, 2018
Jelang USBN, Siswa MIN 1 Banyumas Sungkem Orang Tua
![]() |
| Para siswa meminta restu orang tua masing-masing |
Menurut Sabar, siswa kelas 6 telah menjalani persiapan yang cukup panjang sejak setahun yang lalu dengan model menginap di asrama. Selain belajar kisi-kisi ujian, di asrama juga belajar disiplin dalam beribadah baik sholat wajib lima waktu, shalat sunah duha dan tahajud, maupun hafalan surat-surat pilihan. Selain itu, hidup bersama guru dan teman-teman 24 jam penuh selama setahun juga memberikan kesan yang mendalam. Kebersamaan telah membentuk jiwa saling menghormati, menyayangi, dan toleransi yang tinggi dalam diri siswa.
Usai doa, para siswa melakukan sungkeman untuk meminta maaf dan mohon doa restu kepada orang tua dan guru. Suasanapun menjadi haru biru dengan isak tangis siswa, guru, dan orang tua. Namun dalam jiwa mereka punya keyakinan penuh untuk meraih prestasi terbaik dalam USBN. (ak)
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Purwokerto, (Tim Dumay). Rombongan dari KKM MI Cilincing 1 kota Jakarta Utara tiba di MIN 1 Banyumas pada hari Sabtu 12 Oktober 2019. R...
-
PURWOKERTO - Setelah mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru, 120 pendaftar berhasil diterima menjadi siswa baru kelas 1 MIN Purwoke...
-
Purwokerto - Duta MIN Purwokerto untuk Kompetensi Sains Madrasah 2016, Musyaffa Azfa Rasyid dan AzZahra Daffa Gayu Faadhilah berhasil meraih...



