menu

Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas

Wednesday, March 14, 2018

Kasi Penmad Banyumas : Prestasi madrasah jangan karena faktor kebetulan

Kasi Penmad sedang membuka acara lomba renang
PURWOKERTO –Madrasah saat ini harus mampu menyusun rencana strategis yang terkonsep secara sistematis dan memuat semua program pengembangan madrasah. Sehingga ketika madrasah bisa menjadi juara bukan karena fakor ndilalah (kebetulan-red). Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin saat membuka lomba renang dalam rangka Ajang Kompetisi Seni Islami dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) MI Tingkat Kabupaten Banyumas, rabu (14/3) di kolam renang Tirta Kembar, Purwokerto.

Ibnu menjelaskan bahwa motto dan slogan madrasah tengah mengalami pergeseran mimpi dan obsesi dari madrasahku idolaku, madrasahku kebangganku bergeser menjadi madrasah lebih baik, lebih baik madrasah, madrasah hebat bermartabat. Slogan ini merupakan mimpi kita bersama, dan untuk mewujudkannya maka  potensi-potensi yang ada harus dikembangkan agar semua sumber daya manusia memiliki kompetensi dan kompetisi di bidang masing-masing sehingga madrasah bisa menebarkan prestasi dan kedamaian.

Untuk menjadi hebat bermartabat, lanjut Ibnu, maka sudah barang tentu semua lini membekali diri mulai dari pengawas, kepala madrasah, guru, siswa dan wali murid untuk bergerak mempersiapkan diri menguasai berbagai kemampuan bukan hanya ilmu pengetahuan semata tetapi juga kemampuan-kemampuan lainnya seperti seni dan olahraga. (ak)




Peringati HAB Madrasah, Guru MIN 1 Banyumas Donorkan Darah

Guru dan karyawan sedang diambil darahnya
PURWOKERTO - Sebanyak 30 guru MIN 1 banyumas memperingati Hari Amal Bhakti ke 40 madrasah tersebut dengan berdonor darah sukarela yang diselenggarakan pada rabu (14/3) kemarin.  Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bakti kemanusiaan dalam rangka ikut menyumbang ketersediaan darah di PMI kabupaten Banyumas. Donor darah ini rutin kami laksanakan setiap bulan Maret bertepatan dengan hari jadi MIN sebagai bentuk bakti kemanusiaan, ungkap koordinator kegiatan, Mahruri.
Selain guru,  donor juga diikuti oleh staf TU,  satpam,  pesuruh madrasah, wali murid,  pegawai di lingkungan madrasah negeri dan kantor kementerian agama kabupaten Banyumas. Alhamdulillah mendapat 28 kantong darah, ada beberapa yang gagal karena hb rendah dan habis keluar negeri (umroh - red) 4 bulan yang lalu,  jelas Mahruri.
Kegiatan donor darah ini sangat berkesan,  khususnya bagi guru yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.  Salah satunya Siti Masitoh,  guru kelas 4. Ia mengaku sangat takut pada jarum suntik dan darah. Awalnya saya sangat takut disuntik dan melihat darah yang keluar,  saya juga agak pusing, tapi setelah selesai saya merasa puas dapat berbagi darah kepada sesama, ungkapnya dengan rasa haru.  (ak)

Saturday, March 10, 2018

285 Calon Pendaftar Ikuti Sosialisasi PPDB MIN 1 Banyumas

Suasana Sosialisasi PPDB MIN 1 Banyumas

PURWOKERTO - Sebanyak 285 orang tua calon pendaftar penerimaan peserta didik baru mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh MIN 1 Banyumas, sabtu (10/3) di aula kelurahan Purwokerto Wetan. Ketua penyelenggara, Dadang Marseno menjelaskan kegiatan sosialisasi diselenggarakan lebih awal karena makin banyaknya masyarakat yang menanyakan informasi PPDB kepada MIN. "banyak yang tanya tentang kapan dan persyaratan PPDB tahun pelajaran 2018/2019, sehingga kami berinisiatif untuk melaksanakan sosialisasi" ujar Dadang.

Tingginya animo masyarakat Purwokerto dan sekitarnya yang ingin menyekolahkan putra putrinya di MIN 1 Banyumas disambut gembira oleh ketua komite madrasah, Masyhuri. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan kebanggaannya kepada madrasah dan berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasnya menyekolahkan anaknya di MIN. "Saya sangat bangga pada MIN dan masyarakat yang sangat antusias menyekolahkan putra putrinya. Semoga putra putri bapak ibu semua menjadi orang yang sukses karena bersekolah di sini (MIN-red)" harap Masyhuri.

Menurut Masyhuri, kunci keberhasilan untuk hidup sukses ada tiga yaitu taat, ibadat, dan amanat. Taat artinya patuh terhadap aturan yang berlaku dan disiplin menghargai waktu. Jika siswa patuh kepada guru dan aturan madrasah serta menggunakan waktu belajar di madrasah sebaik-baiknya maka ia akan mendapatkan ilmu menuju kesuksesan. Ibadat asal kata dari ibadah yang artinya mengabdi. Sebagai makhluk Allah swt maka kita harus beribadah kepada-Nya dengan shalat lima waktu dan sebagainya sesuai syari'at ajar Islam. Sebagai warga negara yang baik, kita harus mengabdi kepada bangsa dan negara. Salah satunya dengan menyekolahkan putra-putri kita dalam ikut serta menuntaskan program wajib belajar. Yang ketiga adalah amanat yang artinya jujur. Jujur di dalam hati, niat selalu baik. Jujur dalam ucapan, lurus, tidak mencla mencle, dan tidak berbohong, Sedangkan jujur dalam perbuatan dibuktikan dengan melaksanakan segala tugas dan kewajiban dengan benar.

Kepala MIN sedang memberikan sambutan
Kepala MIN 1 Banyumas, Sabar Munanto berharap kepada orang tua calon pendaftar untuk dapat mendukung semua program pengembangan madrasah. Kepada yang nantinya diterima, maka kami berharap bapak ibu dapat bergabung dengan Paguyuban Orang Tua Murid dan Guru MIN 1 Banyumas, yang telah bersepakat sejak dulu untuk mendukung program-program pengembangan madrasah. Termasuk program pengembangan yang tidak dibiayai dari APBN maupun APBD seperti pembangunan asrama, masjid dan pelaksanaan asrama siswa kelas 6.

Sementara itu, staf TU MIN 1 Banyumas, Aji Kuswanto menjelaskan bahwa kegiatan PPDB akan dilaksanakan pada tanggal 16, 17, dan 18 April 2018 di kampus baru madrasah, Jalan Supriyadi Purwokerto Wetan. Para pendaftar cukup mengisi formulir pendaftaran dilampiri dengan pas photo 3 x 4 berwarna satu lembar, fotokopi akte kelahiran dan Kartu Keluarga masing-masing satu lembar.
Karena jumlah pendaftar lebih banyak daripada kuota siswa yang diterima maka akan dilaksanakan seleksi pada empat aspek, yaitu usia calon peserta didik, sikap dan ketrampilan calon peserta didik, dukungan orang tua dan potensi lokal. Batasan usia yang dapat diterima adalah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli 2018. Apabila kurang dari enam tahun dapat diterima dengan membawa surat keterangan dari psikolog.

"Yang kami terima hanya 120, oleh karenanya orang tua harus sejak dini menyiapkan mental baik diri sendiri maupun anaknya agar siap menerima keputusan panitia jika tidak diterima." ujar Aji. Panitia akan bekerja secara objektif, transparan, independen dan tidak akan terpengaruh oleh pihak manapun. Selama proses PPDB, pendaftar tidak dipungut biaya apapun juga. (ak)





Wednesday, March 7, 2018

MIN 1 Banyumas koordinir pembuatan KIA

Siswa MIN memamerkan KIA yang baru didapatnya
PURWOKERTO - Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, MIN 1 Banyumas membuatkan Kartu Identitas Anak untuk siswa siswinya secara massal, kamis (8/3) di kampus kaliputih. Kegiatan ini dilakukan atas inisiatif madrasah karena banyaknya wali murid yang kebingungan dan tidak memiliki waktu untuk membuat KIA di Kantor Dindukcapil Banyumas. Kita buat massal di madrasah, agar lebih efektif, ujar waka kesiswaan, Juzairoh.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembuatan KIA ini untuk mendukung program pemerintah berdasarkan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016. Fungsi KIA adalah sebagai dokumen kependudukan yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan anak.

Saya sangat berterima kasih pada MIN yang sudah menyelenggarakan pembuatan KIA massal di madrasah, saya jadi tidak repot repot ke kantor Dindukcapil, ungkap Tri Pratiwi, salah satu wali murid yang mengaku dua anaknya sebagai siswa kelas 1 dan 5 MIN.  Pembuatan KIA ini diikuti lebih dari 600 siswa dan tidak dipungut biaya alias gratis (ak)

Thursday, November 16, 2017

Kasubdit Sarpras : Proyek SBSN tidak sama dengan Proyek RM

BANDUNG - Kasubdit Sarana dan Prasarana Direktorat KKSK Madrasah pada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Alkholis menjelaskan bahwa proyek yang bersumber dana dari SBSN tidak sama dengan proyek APBN yang bersumber dana dari rupiah murni atau RM. Ia menekankan bahwa perbedaan mendasar ialah bahwa pelaksanaan proyek harus benar-benar memperhatikan Rencana Penarikan Dana. Jika tidak, maka bisa jadi proyek dihentikan. Mengapa demikian? Karena pemerintah itu melelangkan sukuk setiap bulan berdasarkan RPD. Maka penarikan dananya harus pas.
Menyikapi persiapan proyek SBSN 2018, Alkholis meminta kepada seluruh penerima bantuan untuk menyiapkan RPD dengan baik. Selain itu, data-data potensi daerah seperti data PPK, Pokja ULP, PPHP agar segera dilaporkan.
Hasil Forum Group Discussion atau FGD semalam (16/11) proyek SBSN ini akan dilaksanakan dengan pola sentralisasi. Pusat akan mengkonsolidasikan proyek mulai dari penginputan RUP, penayangan RUP, pelelangan perencana, pengawas, dan fisik. Ini dilakukan agar pelaksanaan proyek bisa dikerjakan dalam waktu yang relatif sama. Di samping itu, juga memudahkan pelaporan SBSN yang selalu diminta setiap bulanan dan triwulanan oleh Bappenas.
MIN Purwokerto sebagai salah satu madrasah penerima proyek SBSN akan mendapatkan bantuan pembangunan RKB sebesar 2,1 Milyar. (ak)

Wednesday, November 15, 2017

Stake Holder Madrasah Harus Punya Spirit Keberanian Menuju Perubahan

BANDUNG - Derajat manusia itu diukur dari seberapa kokoh iktikad, keyakinan dan keberaniannya. Jika diaplikasikan dalam kehidupan kita, maka derajat kita itu dapat diukur dari seberapa tekad, ghiroh, dan semangat untuk mengembangkan kualitas madrasah. Ujar Itjen Kemenag RI, Nurkholis Setyawan saat acara Desiminasi Praktik-Praktik Terbaik Pembangunan MA di Bandung (15/11). Nurkholis menandaskan bahwa siapapun yang tidak memiliki keyakinan, maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Maka dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Pembangunan RKB Madrasah yang bersumber dari dana SBSN Tahun Anggaran 2018 ini harus ada iktikad bersama dari semua stake holder madrasah dari pusat hingga daerah untuk mensukseskan SBSN Madrasah yang dananya 201 Milyar. "2018 harus berhasil, bapak ibu kepala yang jadi pionir harus beriktikad mensukseskan SBSN. Peran kepala madrasah adalah barisan terdepan dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan. Jika berhasil maka yakin 2019 SBSN Madrasah bisa di atas 1 Trilyun" tandasnya pada 32 kepala madrasah penerima bantuan SBSN 2018.
Lebih lanjut Nurkholis meminta agar Direktorat KKSK Madrasah untuk menyiapkan opsi skema pelelangan untuk meminimalisir permasalahan. Ini harus segera didiskusikan, melibatkan itjen, apakah mau dilelang di kanwil kabupaten kota atau di pusat. Dengan mempertimbangkan SDM, pengalaman dan lain sebagainya. Secara khusus itjen telah menyiapkan anggaran pada 2018 untuk pendampingan pelaksanaan SBSN, jelasnya. (ak).


Tuesday, November 14, 2017

Berkas Pencairan TPG diverifikasi berlapis

Berkas TPG terhutang guru madrasah Banyumas sedang diteliti oleh tim kanwil
SEMARANG - Demi kevalidan dan kebenaran pencairan TPG Terhutang, berkas diverifikasi berlapis oleh tim. Bendahara Pengeluaran Kanwil Kemenag Jateng, Dewi Sekar Tanjung menandaskan pengajuan TPG Terhutang harus sesuai dengan verifikasi BPKP. Berita Acara Verifikasi dan lampirannya kita minta untuk kita cek satu persatu,tukas Dewi.
Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas hari ini (14/11) menyetorkan 18 Surat Permintaan Pembayaran atau SPP TPG terhutang tahun 2013 s.d 2016 untuk guru PNS madrasah dengan total hampir 13 Milyar. Saya setor 18 SPP, 12 SPP untuk PNS di madrasah swasta dan 6 SPP madrasah negeri, ungkap JFU urusan PTK Kankemenag Banyumas, Fery Tolhah Aji.
SPP, lanjut Fery diterima dan dicek oleh Agus Machasin, staf PTK Kanwil. Selanjutnya akan diverifikasi dulu oleh Kasi PTK sebelum akhirnya ditandatangani oleh kabid penma dan kepala kanwil. Termasuk bagian hukum juga memverifikasi SK nya. Saya berharap tidak ada kesalahan sehingga dalam minggu depan sudah bisa diajukan ke KPPN Semarang 2, harap Fery.
Untuk pengajuan on going 2017 terutama bagi madrasah negeri yang mengalami kekurangan anggaran akan diajukan menyusul pada minggu depan. Ada beberapa madrasah negeri yang mengajukan kekurangan on going 2017, namun masih ada kekurangan berkas SPTJM yang sesuai dengan langkah akhir tahun, jadi harus dilengkapi terlebih dahulu, jelasnya. (ak)