menu

Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas Selamat datang di Blog MIN 1 Banyumas

Saturday, November 11, 2017

Tim Voli PGRI Purwokerto Wetan Kalahkan SMA 1 Purwokerto

PURWOKERTO - Tim voli SD/MI Purwokerto Wetan berhasil mengalahkan tim SMA Negeri 1 Purwokerto pada final lomba voli HUT PGRI di SMA 5 Purwokerto, sabtu (11/11) kemarin.
Tim yang digawangi oleh Sodikin (SD2), Is (SD3), Bayu (SD1), Nahdo (SD2), Dwiar, Tato, Ade, Lukman (MIN) unggul dengan perolehan poin 25-22, 25-21.
Selamat atas prestasi juara I yang diraih, semoga menjadi berkah bagi PGRI Purwokerto Wetan, ujar ketua PGRI Purwokerto Wetan, Nahdo.
Lomba ini dalam rangka menyongsong Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke 72 yang akan diperingati pada 25 Nopember mendatang.
Keberhasilan tim langsung mendapat banyak ucapan selamat dari guru-guru.
"Tidak berseragam bukan menjadi kendala untuk jadi juara" cuit Silakhudin di grup WA MIN Purwokerto. (ak) 

Friday, November 3, 2017

Masyaalloh, Luar Biasa Antusias Anak MIN Ini

PURWOKERTO - Hari sabtu menjadi hari pembeda dari hari-hari sebelumnya di MIN Purwokerto. Di hari dimana kebanyakan orang sudah tidak bersemangat bekerja, kepengin pulang gasik dan berlibur bersama keluarga. Namun, hal itu tidak didapati oleh anak-anak MIN Purwokerto. Selama dua jam dari jam 10, anak-anak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang mereka sukai. Ada yang ikut olahraga seperti voli, badminton, sepakbola, catur dan karate. Ada pula yang mengikuti seni seperti tilawatil qur'an, tartil qur'an, tahfidz qur'an, melukis, dan pidato.

Dari pantauan tim redaksi blog min purwokerto (4/11), semua ekstrakurikuler berjalan lancar dan banyak peminatnya, kecuali ekstrakurikuler melukis libur karena pelatih sedang ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. "hanya ekstra lukis yang libur, pelatihnya ada acara" ujar waka kesiswaan, Juzairoh.
Juzairoh menjelaskan, ekstrakurikuler di MIN Purwokerto dilaksanakan rutin setiap hari sabtu pukul sepuluh hingga dua belas siang. Peserta didik terbaik di ekstrakurikuler masing-masing akan diusulkan untuk mengikuti lomba siswa. "Yang bagus kita ikutkan lomba."ujarnya.
Biasanya, lanjut Juzairoh, lomba dilaksanakan bulan Februari. Ada dua kegiatan yang kita ikuti yaitu AKSIOMA dan POPDA. "Kita berharap, dengan antusiasnya siswa mengikuti ekstrakurikuler, maka akan membawa prestasi saat lomba kelak.", harapnya. (ak)



Thursday, November 2, 2017

TPG Terhutang PNS Cair Nopember 2017

SEMARANG - Tunjangan Profesi Guru Terhutang Guru Madrasah PNS dan Guru PAI di sekolah umum akan segera cair di bulan Nopember 2017. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Suhersi saat membuka Bimbingan Teknis Percepatan Pencairan TPG Terhutang di Hotel Candi Indah, Semarang (2/11).

Suhersi menjelaskan bahwa TPG yang akan dicairkan adalah yang PNS terlebih dahulu. "PNS lebih dahulu, karena Pagu TPG Non PNS masih diblokir" tegasnya. TPG Terhutang ini akan langsung diaudit oleh Inspektorat Jenderal, untuk itu diperlukan validasi data riil dan diuji kebenaran dokumen persyaratannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Seksi Penma dan PAIS harus membantu menyiapkan SPP yang sudah diuji kebenaran dokumen persyaratannya" lanjutnya.

Dihadapan 35 operator SPM Kankemenag Kabupaten/Kota, Suhersi mengajak untuk ikhlas dan rela berkorban untuk menyiapkan tugas ini dengan keterbatasan waktu, SDM, sarana, pendanaan dan lain-lain. "Harus ada keikhlasan dan rela berkorban untuk melayani dan memperjuangkan nasib orang banyak"tukasnya.

Pada Bimtek Percepatan Pencairan TPG Terhutang operator diminta untuk menyusun SPM Dammy untuk mendaftarkan supplier ke KPPN Semarang 2 serta mendeteksi kebenaran nama penerima dan nama rekening. "kalau sudah benar, minggu depan kita maju pencairan" imbuh Suhersi. (ak)


Friday, October 27, 2017

Terungkap Fakta Tentang Sumpah Pemuda




PURWOKERTO - Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".
Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin. 

Penulis : Aji Kuswanto
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Thursday, October 26, 2017

Pramuka Warisi Semangat Sumpah Pemuda

PURWOKERTO - Menyongsong peringatan Hari Sumpah Pemuda, anggota Pramuka harus mewarisi semangat yang digelorakan oleh para pemuda pada 28 Oktober 1928 lampau untuk mewujudkan cita cita bangsa Indonesia. Hal tersebut dinyatakan oleh pembina pramuka siaga MIN Purwokerto, Budi Arif Fahrudin saat upacara pembukaan latihan pramuka, jum'at (27/10) di kampus 2.
Menurut Budi, pramuka siaga dan penggalang harus semangat dalam belajar dan menuntut ilmu, karena 15 tahun yang akan datang merekalah yang akan membangun bangsa Indonesia. "Kalian sebagai generasi penerus, tirulah semangat kakak kakak pembina yang tiap pagi sudah siap melayani kalian untuk membentuk pribadi pribadi yang unggul. Kalian harus semangat belajar dan menuntut ilmu karena lima belas hingga dua puluh tahun ke depan, kalian sudah ikut membangun bangsa ini."tegasnya.
Apalagi, lanjut Budi, sebagai siswa di madrasah, maka selain berkarakter baik harus menjadi pelopor pribadi pribadi yang berkualitas dalam pengamalan ibadah dan nilai nilai keagamaan.
Dengan semangat sumpah pemuda, Budi berharap para anggota pramuka MIN Purwokerto lebih meningkatkan kedisiplinan dan semangat dalam belajar sebagai bekal untuk mempersiapkan diri membangun masyarakat sebagaimana tertuang dalam tri satya pramuka.
Usai upacara, pramuka siaga dan penggalang berlatih menghafalkan bunyi Sumpah Pemuda. (ak)

Sunday, October 22, 2017

Hati-hati pada Ajaran Garis Keras Berbasis Agama

PURWOKERTO - Bupati Banyumas Ahmad Husein menyatakan ada dua tantangan bangsa Indonesia saat ini yaitu ajaran garis keras berbasis agama dan pelanggaran norma susila. "Saat ini kita harus hati-hati pada paham ekstrim dan radikal yang berbasis keagamaan. Hal ini akan menjadikan kita tersesat."ungkapnya saat peringatan hari santri di Makodim Wijayakusuma, Purwokerto, Senin (23/10/2017).

Menurut Husein ajaran garis keras tersebut saat ini berkembang melalui lembaga-lembaga pendidikan. Selain itu, pelanggaran pada norma-norma susila saat ini juga sangat memprihatinkan. Untuk itu ia berharap kepada para ulama untuk mencari solusi yang tepat agar para generasi muda bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam kesesatan. "Dibutuhkan keikhlasan para ulama untuk mendidik santri agar tidak sesat. Santri harus memiliki prinsip yang kuat. Santri harus menjadi teladan umat dan memiliki kualitas diri dalam ilmu agama" tandasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Husein mengajak seluruh peserta upacara untuk melantunkan shalawat nariyah untuk kedamaian dan ketentraman bangsa Indonesia. Seluruh santripun larut dalam kekhusu'an bershalawat hingga meneteskan air mata. (ak)

.  


Bupati Banyumas : Santri Harus Meneladani Semangat Jihad Kebangsaan Para Ulama


PURWOKERTO - Bupati Banyumas Ahmad Husein berharap agar para santri meneladani semangat jihad kebangsaan yang telah ditegakkan oleh para ulama pendahulu. "Melalui hari santri nasional mengingatkan kita untuk meneladani semangat jihad kebangsaan para ulama pendahulu kita yang rela berkorban jiwa raga, yang mewakafkan hidupnya dengan cara masing-masing untuk kepentingan bangsa Indonesia,"  kata Husein dalam pidato amanatnya pada peringatan hari santri di Makodim Wijayakusuma, Purwokerto, Senin (23/10/2017).

Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang peringatan hari santri merupakan wujud apresiasi perjuangan santri dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Revolusi jihad yang diprakarsai oleh KH. Haysim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945 telah membakar semangat patriotisme para santri dan bangsa Indonesia untuk bergerak bersama melawan penjajah hingga puncaknya pada tanggal 10 Nopember 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan.

Husein menambahkan saat ini kaum santri harus mewarisi semangat nasionalisme untuk berjuang bagi kemakmuran bangsa dan tanah air Indonesia. "Untuk itu, selain belajar ilmu agama, santri harus dibekali ilmu pengetahuan teknologi dan kecakapan hidup agar dapat menjadi santri yang mandiri, dan berakhlakul karimah. Saya yakin jika santri mandiri, maka NKRI Hebat." lanjut dia yang disambut tepuk tangan peserta upacara.

Upacara peringatan hari santri nasional tingkat Kabupaten Banyumas diikuti oleh sekitar seribu santri dari beberapa pondok pesantren dan madrasah di wilayah Purwokerto. Selain itu diikuti juga oleh TNI, Polri, Banser, PNS, para tokoh ulama, para pejabat di lingkungan Pemda dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. (ak)